D_uNsPoKeN

Friday, April 14, 2006

TERIMAKASIH MATAHARI

Kerling matahari dari balik semak pada pagi yang menyertai
Untuk sebuah hidup baru meski tanpa melewati pembaharuan yang kuinginkan

Hati yang pernah panas terbakar
Semoga pagi ini terbasuhkan oleh tetes² embun dari pokok belimbing yang kugoncangkan

Kesendirianku tak harus membuatku merasa sepi
Nyanyian burung atau celoteh ibu² di depan hamparan sayur-mayur, lauk-pauk yang digelar-jajakan di depan rumah, adalah pengisi rindu belum lagi kupastikan tuk siapa...

Depok, Subuh belum lagi usai
14/4 '06

SEMAKIN CANTIK DIRIMU, SEMAKIN TAKUT JADINYA AKU

Rona yang sengaja kau pupurkan di pipimu
Lentik yang sengaja kau gariskan di matamu
Basah yang sengaja kau poleskan di bibirmu

Kau jadi teramat cantik
Bahkan terlalu cantik bagiku

Semestinya kau sadar, atau memang kau sengaja
Justru cantikmu yang teramat sangat itu yang memasung tatapan dan kedua kaki²ku

Untuk tetap menahanku di sini seraya tak henti memandangmu dan berkata dalam hati

Andai kau tak terlalu cantik untukku
Niscaya tetesan hujan yang menerpa atap dan dinding bangunan ini akan seirama simphony musik di pelataran dansa...

Nowhere I remember
13/4 '06

MENANTI KERETA PULANG

Hujan, angin
Dingin tak cukup buat aku menggigil
Tapi demi melihatmu di sana
Dengan kutahu kau tahu
Kita sama² kesepian di atas stasiun ini

Tubuhku yang kupeluk sendiri
Angan seandai ada tubuhmu tersisip di antara kedua lengan dan dadaku

Sayangnya seperti halnya aku
Kau hanya diam memandangku
Tanpa senyum, dingin, seperti angin yang membawa tetesan hujan malam ini

Tubuhmu yang kau peluk sendiri
Angan seandai ada angan yang sama di isi kepalamu

Stasiun Sawah Besar
13/4 '06

MAWAR PUTIH ITU

Ada sekuntum mawar mekar sangat
Cerah pesonanya pun undang ribuan kumbang
Putih mewangi hampir tak bercela

Kecuali...

Satu kelopaknya sisakan lubang berwarna coklat kehitaman
Angin malam saat kuncupnya sempat hempaskan ia hingga bersentuhan dengan duri pokok darimana ia ditumbuhkan
Dan luka itu kiranya membawa bekas yang tampak saat mekarnya

Sekuntum mawar yang indah, sangat indah
Tapi sayang, kata beberapa kumbang
Luka itu telah mengganggu pandang

Depok, Pembaringan
13/4 '06

SATU LAGI YANG BUAT AKU BERHARAP TUK BUTA SAJA

Kau bilang kau bukan lagi untukku
Aku berpura tak pernah dengar kata² itu darimu

Hingga seakan kau tampar mukaku saat halus tanganmu memeluknya

Dan aku tak bisa berpura tak pernah melihat adegan itu darimu

Depok, Pembaringan 13/4 '06