D_uNsPoKeN

Saturday, December 15, 2007

Aku tengah berpetualang di Negeri Kemunafikan

Mengingkari tapi tak kuasa menghindari

(Bukan tentang ini saja, melainkan tentang banyak hal dalam kehidupanku)

Ya Allah, adakah aku tengah mengikuti jalan-Mu?

Atau aku hanya mencari jalan selamat dari adzab dunia seharusnya untukku?

(Dan berharap adzab akhirat sebagai penebusnya?)

Nalarku, apakah ia sanggup menemukan jalan terbaik tanpa tuntunan-Mu?

(Jelas tak mungkin)

Hatiku, sanggupkah ia penuh menerima meski tak sepenuhnya mencinta?

(Aku ragu)

Bahtera belum lagi hendak kupersiapkan

Kini tiba tiang, papan, layar dan tambang di depan mata.

Harus kurakit, atau (mungkin) aku akan kehilangan kesempatan berlayar ke negri sebrang

Tapi bukan bersama dirinya kehendak hati mengarungi samudra luas

Meskipun saat ini hanya darinya kesempatan itu ada

Ya Allah, Engkau Maha Tahu mana yang terbaik

Akankah aku membawanya tenggelam bersamaku?

Ataukah ia yang akan menyelamatkanku dari badai lautan nanti kiranya?

(Sekoci itu milik siapa?)

Andai sanggup kubuka pintu hati lebar-lebar

Menutup mata sekaligus enyahkan mimpi tentang seseorang yang belum lagi atau bahkan mungkin tak kan pernah kutemui

(Seseorang yang sanggup menggetarkan hati demi merasakan kehadirannya saja)

(Dan kepada dirinya)

Bukan aku tak mau mengungkap siapa dan bagaimana aku

Hanya memang hasrat tak cukup peduli apakah ia mau menerima atau tidak atas keadaanku yang sebenarnya

(Aku masih saja enggan berbagi)

Jikalau pun aku terungkap

Aku takut hal itu akan menjadi cacat jua bagi kedua orangtuaku di matanya

Belum lagi hukuman atas dosa-dosaku yang kutakuti akan menjadi beban mereka dalam menjalani sisa usia


Ya Allah, aku tengah tenggelam meski belum lagi menyentuh lautan

Tenggelam dalam keegoisan, ketakutan sekaligus kesombonganku sendiri…

Atau aku sesungguhnya hanya membutuhkan pengakuan bahwa aku bisa lebih baik dari mereka-mereka yang selama ini jadi kebanggaan?

Sebab setulus dan sebaik apapun yang pernah kupersembahkan

Tak cukup jua pengakuan itu kudapatkan

(Yang kudapati justru kenyataan bahwasannya)

Aku gagal

Aku celaka

Aku rusak

Adzab ! Aku tercela

Penyesalan dan kekecewaan menyeretku ke lembah terdalam

Membelenggu sepasang kaki dan kedua tanganku dari meraih jannah-Mu, ya Allah

Sesungguhnya masih kucari

Lebih lagi masih kuimpikan

Tentang aku; buah cita; cinta; dan citra selama ini kuidamkan dan kuperjuangkan

Atau aku tak cukup berusaha

Aku tak cukup berkorban

Penyesalan dan kekecewaan melemahkan sendi-sendi dan syarafku

Hingga warna harap pupus, bias dengan warna keraguan

Aku bangkit, tapi tak sanggup berlari cepat mengejar keinginanku

Aku… Dibatasi… Ketiadaanku

Jakarta. 10 Desember 2007

Menjelang pernikahan tak pasti kuingini

0 Komentar:

Post a Comment

<< Home