Ode yang Tak Pernah Rampung

Serasa benak telah usang demi mencipta satu ode tuk dia yang menjadi kerinduanku saat ini
Senyumnya... dan betapa sederhananya tutur kata sanggup membuat fikir menjadi begitu rumitnya dalam memaknai sayap-sayap ujarnya
Pesona yang kuhindari tapi begitu teramat kuingini
Bersyukurlah aku belum lagi dibutakan tuk yg kesekiankali, cermin masih sudi menghadirkan refleksi diri di kedua bolamata, hingga sadarku atas siapa adanya aku...
Bersyukurlah, atau aku akan patah hati untuk yg kesekiankalinya...
Dia begitu cantik, sinarmatanya yang sebening embun pagi di atas kelopak bunga anggrek...
Dia begitu manis, senyumnya kerap merekah seperti sayap kupu2 yang kembara di taman hati...
Ya Allah, sudilah kiranya kau jadikan hati ini tertutup dari keinginan yang terlalu, atau aku akan jatuh cinta lagi...
Sebab adalah karma yg kupercayai, sekaligus kutakuti, setia padaku...
Bahwa aku akan kehilangan di saat mencintai...
Dan itu sangat lah sakit, ya Allah...


0 Komentar:
Post a Comment
<< Home