Stagnasi Kesunyian Hati
Dapatkah kau merajut angan di tengah keramaian
'pakah sebab kau anggap semua tiada..
'pakah sebab terpaku engkau pada sepi...
Telah kulucuti semua amarah sementara
Gema kuredam dengan kisi-kisi ketabahan, suara-suara dari masa silamku
Tapi tak jua menghilang bayang-bayang
Seperti sinema kelas bioskop pinggiran, hanya aku saja penontonnya
Di ruang suram hanya cahaya dari arah muka, sisi-sisi kosong
Bahkan tanpa suara, hitam, putih, abu-abu...
...
Tercengang aku, seperti baru bangkit dari mati suri
Aku ada, mereka ada, suara riuh gemuruh, tawa-tawa yang lepas...
Aku tidak sedang di bioskop murahan, aku tidak sedang sendiri memandangi gerak laku sinema masa silamku...
Aku ada... tapi angan yang tengah kurajut hempaskan aku dalam ruang begitu sunyinya...
Aku ada... tapi tanpa hadirmu... aku tiada...
'pakah sebab kau anggap semua tiada..
'pakah sebab terpaku engkau pada sepi...
Telah kulucuti semua amarah sementara
Gema kuredam dengan kisi-kisi ketabahan, suara-suara dari masa silamku
Tapi tak jua menghilang bayang-bayang
Seperti sinema kelas bioskop pinggiran, hanya aku saja penontonnya
Di ruang suram hanya cahaya dari arah muka, sisi-sisi kosong
Bahkan tanpa suara, hitam, putih, abu-abu...
...
Tercengang aku, seperti baru bangkit dari mati suri
Aku ada, mereka ada, suara riuh gemuruh, tawa-tawa yang lepas...
Aku tidak sedang di bioskop murahan, aku tidak sedang sendiri memandangi gerak laku sinema masa silamku...
Aku ada... tapi angan yang tengah kurajut hempaskan aku dalam ruang begitu sunyinya...
Aku ada... tapi tanpa hadirmu... aku tiada...


0 Komentar:
Post a Comment
<< Home