Just Another Day in My Life
Dapatkah sesuatu yg bergumul terleraikan, sementara ruang begitu sempitnya... rongga2 sesak-pengap...
Tapi mereka harus kuleraikan, agar dapat kufahami kebenaran... agar dapat dapat kubaca kemungkinan...
Tapi ruang begitu sempitnya... rongga2 sesak-pengap...
Beribu bayang, beribu do'a, beribu puji, beribu caci-maki... tumpuk-menumpuk, sisip-menyisip, silang-menyilang (pernahkah kau melihat ratusan cacing lumpur sungai di air yg jernih pada wadah tanpa selainnya?)... semua saling mencoba sembunyi tanpa mencoba menyembunyikan...
Mereka harus kuleraikan, agar dapat kufahami kebenaran... agar dapat kubaca kemungkinan...
Ruang hati kan kutata lagi... kurapihkan agar tak berserak tumpang-tindih antara kebencian dengan kerinduan...
Selekasnya...
Tapi mereka harus kuleraikan, agar dapat kufahami kebenaran... agar dapat dapat kubaca kemungkinan...
Tapi ruang begitu sempitnya... rongga2 sesak-pengap...
Beribu bayang, beribu do'a, beribu puji, beribu caci-maki... tumpuk-menumpuk, sisip-menyisip, silang-menyilang (pernahkah kau melihat ratusan cacing lumpur sungai di air yg jernih pada wadah tanpa selainnya?)... semua saling mencoba sembunyi tanpa mencoba menyembunyikan...
Mereka harus kuleraikan, agar dapat kufahami kebenaran... agar dapat kubaca kemungkinan...
Ruang hati kan kutata lagi... kurapihkan agar tak berserak tumpang-tindih antara kebencian dengan kerinduan...
Selekasnya...


0 Komentar:
Post a Comment
<< Home