PUPUS-KENANG KAU dan DIA
Namun hadirmu...
Walau pergiku...
Hendak kuredam, coba lepaskan galau atas sebuah kenang
Menjumpaimu membuatnya seolah tak mungkin
Ada diam yg serupa diamnya
Ada sorot mata yg sedamai tatapannya
Ada senyum yg segairah senyumnya
...Satu masa dulu
Lalu kau hadirkan kembali...
Bersama aroma bunga tubuhmu
Bersama celoteh manjamu
Saat ini, saat kenang lalu dengannya telah kubuang tak sisakan satu pun pengingat akannya, bahkan tak jua selembar fotonya
Memandang satu-persatu foto-fotomu
Seakan membuka satu-persatu lembaran silam
Seakan kau yg bersama kekasihmu adalah dia yg bersama kekasihnya...
Kutantang ketidakpedulianku tuk ranggaskan rindu yg bergayut di ranting² mimpi...
Rerinduan pun luruh di atas akar hati, tenggelamkannya...
Hingga tak sanggup lagi kupungkiri...
Meski entah arahnya kini...
Kenangku padanya atau padamu?
Tak satu pun dari keduanya pupus kini
Walau pergiku...
Hendak kuredam, coba lepaskan galau atas sebuah kenang
Menjumpaimu membuatnya seolah tak mungkin
Ada diam yg serupa diamnya
Ada sorot mata yg sedamai tatapannya
Ada senyum yg segairah senyumnya
...Satu masa dulu
Lalu kau hadirkan kembali...
Bersama aroma bunga tubuhmu
Bersama celoteh manjamu
Saat ini, saat kenang lalu dengannya telah kubuang tak sisakan satu pun pengingat akannya, bahkan tak jua selembar fotonya
Memandang satu-persatu foto-fotomu
Seakan membuka satu-persatu lembaran silam
Seakan kau yg bersama kekasihmu adalah dia yg bersama kekasihnya...
Kutantang ketidakpedulianku tuk ranggaskan rindu yg bergayut di ranting² mimpi...
Rerinduan pun luruh di atas akar hati, tenggelamkannya...
Hingga tak sanggup lagi kupungkiri...
Meski entah arahnya kini...
Kenangku padanya atau padamu?
Tak satu pun dari keduanya pupus kini


0 Komentar:
Post a Comment
<< Home